Impian Masa Kecil 🫶
Assalamualaykum Warahmatullaahi Wabarakatuh,
Haiiiiiii.... Apa kabar semuanya? Dalam keadaan Baik kah ?
Harapan aku semoga siapapun yang baca ini nanti, kapanpun itu, kondisinya selalu dalam keadaan baik dan Happy.
Pun jika dalam kondisi kurang baik, gak apa apa banget kooo. Sangat amat tidak apa apa.
Kalau Thanos aja yang udah keliling Galaxy dan punya Infinity Stones, lalu sehabis jentikan jari, tetap perlu Healing di tepi sawah.
Apalagi kita yang amat lemah ini. Jangankan keliling Galaxy. Pergi ke Alfa sepekan sekali aja belum tentu yakan....
Jadi sangat tidak apa apa ko kalau mau ngeluh, nangis, nunjukin diri dalam keadaan tidak baik baik aja. Selama dalam menunjukan kesedihan itu tidak berlebihan, tidak sampai menyakiti atau mengganggu orang lain, gak apa apa tunjukkan aja.
Pilih juga lawan bicara yang bisa menerima segala perasaan kita itu. Karena sebenernya banyak ko yang peduli dan mau mendengarkan kita. Bisa jadi orang itu adalah orang yang jarang ada di chat kita tapi sangat paham siapa kita sebenernya.
Agak panjang yah Muqaddimahnya, padahal aku emang sengaja aja sih ngabisin 20.000 kata jatah aku sehari hari ditulisan ini
Akhirnya aku kembali lagi di pekan ini. Entah karena memang lagi banyak isi kepala yang ingin di utarakan, atau isi hati yang memang lagi naik dan turun kondisinya.
Tapi emang nulis bikin aku lumayan bisa meredam perasaan perasaan aneh yang timbul karena hormon Wanita ini.
Begitulah ya, karena Wanita di kuasai oleh perasaan, maka sulit mengendalikan diri jika tidak ada Solusi melampiaskannya.
Jadi hari ini ada pembicaraan menarik dengan seseorang yang sedang dekat denganku. Tetiba saja di dalam obrolan itu membahas soal Impian Masa Kecil.
Terus tiba tiba juga hati aku tergerak. Berfikir agak Panjang.
Lalu memvalidasi, Iya yah pasti setiap manusia punya Impian Masa Kecil.
Entah itu Impian yang sampai saat ini masih diidamkan, atau sudah dikubur dalam dalam. Tapi setiap dari kita pasti punya.
Tapi semakin difikirkan rasanya seperti membuka luka lama. Rasanya mungkin bukan hanya aku aja yah yang memendam Impian itu agar tidak terluka.
Jika Impian itu berbentuk benda, hari ini mungkin sudah ku beli.
Teringat dulu aku harus menahan di beri Happy Tos, atau sekedar ingin minum Kopi Sachet karena tidak punya power untuk membeli.
Rasanya didalam hati terucap Jika sudah besar akan ku beli seluruhnya.
Tapi saat sudah beranjak dewasa, Ketika aku mampu, aku tidak membelinya.
Benar benar hanya ingin sekali makan baru ku beli. Mungkin agak berbeda perihal Kopi, meski beda merk tapi aku sangat Coffe Addict sampai hari ini.
Tapi memang entah kenapa Impian Masa Kecil sangat melukai hatiku sampai hari ini. Seperti ingin membayangkan saja sulit. Ditambah beranjak Dewasa banyak Impian yang juga pada akhirnya aku kubur.
Siapa bilang aku tidak ingin menjadi Sarjana? Amat sangat..
Tapi karena satu dan lain hal aku seperti tidak punya power dalam hal ini.
Siapa yang tidak ingin sekali saja bergantung pada orang tua ?.
Tapi lagi dan lagi aku sadar bahwa aku tidak bisa berada di Zona itu.
Setiap aku melihat kisah orang lain, bahkan saudara kandung atau sepupuku menyianyiakan kesempatan mereka karena di biayai atau karena punya Harta berlebih, namun tidak dimaksimalkan. Rasanya hatiku ikut hancur dan iri. Tapi berlarut dalam posisi ini tidak mengubah apapun.
Wanita mana yang tidak ingin???
Saat kuliah hanya tinggal bilang ingin kuliah Dimana...
Setelah lulus tidak perlu bekerja langsung menikah....
Ketika menikah langsung fokus mengurus keluarga...
Entah kenapa aku tidak beruntung berada disalah satu Fase itu sama sekali..
Orang Orang hanya melihat sisi
Lu mah enak Rin Pinter, Lu mah Juara Umum di sekolah pasti gampang kerja, Lu mau apa juga bisa karena bisa beradaptasi..
Padahal ada sisi yang orang lain ga lihat,
Sisi yang disembunyikan karena banyak merasa kecewa...
Sisi lembut yang lama lama hilang karena serba mengusahakan apapun sendiri..
Siapa sih yang gasuka diperhatiin?
Siapa yang gasuka ditanya bagaimana keadaannya?
Siapa juga yang gasuka di sayang dan di beri kelembutan?
Bagaimana pun sisi Feminin aku sepertinya sangat amat butuh itu..
Tapi entah kenapa aku kadang merasa Lelah juga dituntut menjadi Serba Bisa.
Tapi sisi lain diri ini juga tidak bisa melepaskan tanggung jawab yang sudah dijalankan sejak lama.
Pernah ada satu ucapan Bapaku Rahimahullaahu yang sampai hari ini selalu bikin aku menangis
*Ndo kamu kalau ga ngurusin orang tua pasti udah punya apa aja yah, pasti udah bisa kebeli apa aja, untuk Uang bulan ini buat Ade jajan aja, senengin diri Ade sendiri, kasian udah kerja selama ini*
Kadang aku ingin sekali egois, mewujudkan semua bentuk cita cita masa kecil dan dewasaku dalam fase ini.
Tapi ternyata tubuh dan hati ini tidak bisa bergerak demikian.
Aku selalu hidup dalam Mode bertanggung jawab dengan kehidupan orang lain, terutama keluarga ku sendiri.
Sesulit itu yah ternyata mewujudkan Impian Masa Kecil.
Jika dulu bertarung dengan kondisi yang merasa belum punya power.
Saat ini ternyata harus bertarung dengan ego didalam hati.
Tapi seperti obrolan ku hari ini dengan seseorang. Aku hanya ingin suatu hari nanti jika Allaah berikan kesempatan untuk mempunyai keturunan, terutama anak Wanita.
Aku ingin memenuhi Hak dan Fitrahnya dengan baik atas izin Allaah.
Aku ingin traumatic dan rasa Lelah ini tidak berlanjut padanya.
Aku ingin generasi keturunan ku merasakan segala sesuatu sesuai Hak dan Kewajiban nya dalam koridor agama.
Layaknya efek domino, jika aku bisa merawat anak anak ku dengan baik kelak, maka semua akan berjalan sesuai dengan fitrahnya masing masing. Tanpa adanya lagi yang menuntut Hak nya yang dirasa tidak sesuai.
Tapi tentu saja ini berjalan dengan baik jika dengan Pertolongan Allaah Tabaraka Wa Ta’ala.
Bagaimanpun aku ini manusia biasa, yang sangat amat banyak dosa. Jadi tidak bisa menyandarkan keinginan aku ini pada diri yang penuh Dosa.
Jika hari ini kehidupan ku tidak baik, aku hanya ingin kehidupan anak anak ku nanti lebih baik. Jika tidak baik secara dunia, setidaknya mereka bisa lebih baik dalam hal agama dibanding aku yang bodoh ini.
Dan untuk siapapun yang punya Impian Masa Kecil. Aku juga berharap kalian masih punya semangat buat mewujudkan yah.
Kalaupun belum tercapai dalam waktu dekat, semoga Allaah kasih kesempatan di kehidupan yang hanya sekali ini, bisa mewujudkan diwaktu terbaik yang udah Allaah kasih.
Bohong kalau sesekali ga patah semangat. Tapi semoga di waktu patah itu, kita masih punya kekuatan buat menyambung Kembali semangat itu buat mengejar Impian kita.
Hmmm.. kira kira ini udah 20.000 kata belum yah, kalau belum akan tantrum ga sih ini Wanita...
Baiklah kurasa cukup ini dulu yang mau aku bagikan.
Oh ya ada 1 Paragraf dari buku yang aku baca dan aku rasa sangat bagus buat aku kutip disini..
Yakinlah pada pilihanmu dan berjalanlah dengan teguh.
Seumpama prosesnya lebih sulit dari perkiraanmu, jangan patah semangat dan melangkahlah dalam diam.
Ingatlah bahwa kau bertanggung jawab sepenuhnya atas hal itu.
Kemudian, tunjukkanlah semua Tekadmu pada orang orang terkasih.
Mungkin menakutkan karena kita bertanggung jawab atas segala pilihan yang kita buat, tetapi itu artinya kita sanggup memilih apapun asalkan memiliki keberanian.
Baiklah, aku sudahi dulu yah,
Wassalamualaykum Warahmatullaahi wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar