Aturan Safar Wanita🌸


Aturan dibuat untuk dipatuhi, karena ketika Allaah membuat syariat, sudahlah pasti baik untuk Hamba Nya.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Halooo.. Akhirnya setelah sakit 4 Bulan ini, aku masih ada ghirah menulis kembali. Meskipun niat nya selalu maju dan mundur tapi hari ini lagi punya sedikit tenaga buat nulis.
Mungkin lebih tepat nya menghilang kan kebosanan kali yah.

Yaps selama 4 Bulan Gerd ku kambuh aku benar benar nda bisa ngopi, bahkan keluar buat main aja tidak ada hasrat sama sekali.
Sejujurnya agak sedih karena banyak hal yang terbengkalai. 
Kerjaan, Kajian, Bertemu teman, Rencana Nikah ( Eh Canda ), ini jadi mulai terganggu dan tidak On Schedule. 

Tapi yaaa setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya yah. Pasti Allaah punya maksud dari sakit ini. 
Allaah pasti ingin aku punya waktu buat beristirahat dan sedikit peduli sama tubuh yang dipakai kerja terus menerus.

Tapi yah sisi baiknya karena aku ini introvert. Aku sama sekali ga masalah banyak dirumah. Terlebih aku ini memang belum bisa Safar.

Yapsss.. kayanya aku mau bahas perihal ini sih. Banyak banget orang yang tanya, kenapa sih Rini ga pernah pergi jauh? Bahkan sekedar ke Bandung aja engga. 

Hmmm yang aku tahu dan aku pelajari..

Dalam Islam wanita itu sebenarnya memang ada aturan Safar. Secara urf nya itu batas maksimal bepergian 80 KM dari rumah.
Jika aku mau pergi Safar maka aku harus didampingi oleh Mahram yakni Suami, Kakak laki laki, Ayah atau Paman dari jalur Ayah. Jika tidak demikian maka akan berdosa.

Tapi memang selama ini aku belum memungkinkan untuk Safar, meskipun sebenarnya aku mampu.

Banyak banget kawan yang bilang :

Gue yakin deh kak lu kalau ga ada masalah safar udah sampai mana aja

Atau ada juga yang bilang

Ka xxx  juga sempet mikir gitu sih, kayanya Rini kalau ga ada aturan Safar pasti udah sampai mana aja .

Sejujurnya kadang kalau lagi capek sama pekerjaan, aku yang terbiasa kemana mana sendiri ini sangat amat mau pergi Safar.
Aku selalu bilang Kalau boleh mungkin sudah sampai di Banda Neira yah.

Terkadang Ghirah itu muncul, tapi aku orang yang banyak dosanya ini berfikir,
Safar adalah salah satu hal yang bisa aku tahan dan nda membuat dosa dengan melakukannya. Jadi sebisa mungkin aku tidak melanggar aturan yang Allaah buat perihal ini.

Kadang ada juga sisi iri, tapi difikir lagi buat apa iri sama sesuatu yang Allaah aja mungkin ga Ridha? 
Karena hidup ini udah pasti yang di cari Ridha nya Allaah.

Terus selama ini ga pernah kemana mana kak? 

Yapsss.. aku itu terakhir Safar, udah lama banget itu pun sebelum aku tau hukum perihal Safar.
Setelah ilmu itu sampai, alhamdulillaah aku hingga hari ini belum pernah bepergian jauh.
Rutinitas ku hanya 
Rumah, Kantor, Coffee Shop, Nurul Iman Blok M.

Rutinitas ini terus aku lakukan sejak lama. Dan alhamdulillaahnya sisi baik dari ke Introvert an ku ini tidak membuat aku gelisah karena ga pernah kemana mana.

Long Weekend pun aku biasa aja.. memang Comfort Zone nya dirumah.

Tapii aku sempet terharu deh, ketika orang yang lagi dekat dengan ku bilang

InsyaaAllaah nanti kita akan Safar bareng yah 

Kalimat sederhana yang membuat aku sedikit menitik kan air mata. Yaa bagaimanapun aku butuh hiburan yah, tapi aku berusaha tidak ambil pusing karena aku belum bisa Safar.
Tapi ada seseorang yang ketika tau aku sudah lama tidak Safar, dan beliau berdoa untuk segera bisa Safar dengan aku🥹.

Seperti ada sedikit angin segar, seperti Allaah sedang memberikan buah yang manis atas penantian panjang ini.

Mungkin bagi sebagian wanita ini seperti terkekang. Tapi alhamdulillaahnya atas pertolongan Allaah aku bisa menjalani syariat ini sampai saat ini.

Dari banyak nya pintu dosa yang terbuka, setidaknya aku atau kita bisa memaksimalkan menutup pintu yang terasa mudah ditinggalkan. 

Meskipun aku mampu, dan hampir semua orang terdekat ku tau aku Mandiri untuk bisa bepergian sendiri. Tapi jika Allaah belum bolehkan ya memang belum waktunya. 

Memang sih dunia ini seperti Penjara bagi kaum mukmin, tapi memang Dunia ini bukan tempat bersenang senang yah.
Dunia ini tempatnya ujian, jadi wajar kalau aturan membuat kita seperti di Penjara.

Tapi yakin deh, Allaah tidak pernah salah salah dalam membuat aturan, 
Allaah memberikan penjagaan kepada kita, apalagi kaum Wanita yang amat rentan.
Syariat itu dibuat sebagai pedoman kita. 
Kalau terasa berat, bukan aturannya yang keras tapi hati kita yang belum lembut buat menerimanya.

Semoga siapapun yang baca ini diberikan Hidayah dan kelembutan hati untuk bisa menerima aturan Allaah yah.
Nda mudah memang, tapi kita wajib Taat. 

Mungkin sedikit dulu yahhh cerita aku kali ini, karena seperti biasa selama sakit belum bisa banyak aktifitas.

Doakan aku yaaa semoga lekas pulih, dan semoga bisa bersabar dalam ujian sakit kali ini.

Barakllaahu Fiikum🌸


Komentar

Postingan Populer